Kontroversi Room Cafe di Korea Selatan, Bagaimana Awal Mulanya?

Belakangan ini, room cafe di Korea Selatan atau Korsel menjadi perbincangan hangat di media sosial Twitter.

Fenomena room cafe sedang menjamur di negara gingseng tersebut.

Keberadaannya menjadi kontroversial.

Lantas, apa itu room cafe? Room cafe muncul pada 2000-an sebagai alternatif bagi orang-orang yang ingin mendapatkan ruang privasi untuk beristirahat sejenak dengan harga yang murah.

Dilansir scmp.com, pada awalnya, room cafe memiliki desain yang dasar, yaitu sebuah ruangan kecil yang diberi sekat berupa tirai antara satu ruangan dengan ruangan yang lain.

Namun belakangan ini, dikutip m.koreaherald.com, room café yang menjamur di Korea Selatan memberikan fasilitas layaknya rumah penginapan, yaitu ruangan terpisah dengan pintu yang dapat dikunci.

Dalam beberapa kasus, kamar juga dilengkapi dengan layar televisi, tempat tidur, dan kamar mandi.

Ukuran room café yang ditawarkan beragam, biasanya kurang dari 3-meter persegi.

Hal tersebut membuat room café menjadi solusi sebagian orang yang bersantai dengan murah.

Seiring waktu, room café digemari oleh masyarakat, mulai dari kalangan remaja hingga dewasa.

Room cafe berkembang menjadi sektor bisnis yang menjanjikan.

Namun, keberadaan room cafe tidak luput dari kontroversi.

Pasalnya, room cafe justru berkembang sebagai ajang prostitusi para pelajar di Korea Selatan.

Walaupun sejumlah ketentuan telah ditetapkan dalam room cafe ini, salah satunya pengunjung di bawah 20 tahun tidak diperkenankan untuk masuk room cafe.

Akan tetapi, praktik di lapangan berbeda sebab banyak pengunjung berasal dari kalangan pelajar.

Harga yang terjangkau membuat banyak orang dapat mengakses, termasuk remaja usia sekolah.

Tidak sedikit remaja ditemukan mengonsumsi alkohol, merokok, dan melakukan hubungan seksual di room cafe.

Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Korsel telah mendesak pemerintah daerah dan polisi untuk melakukan tindakan keras terhadap room cafe.

Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kesehatan dan Kesejahteraan, serta Badan Kepolisian Nasional, untuk membahas peraturan untuk lebih melindungi kaum muda dari pergaulan bebas.

Salah satu yang dilakukan yaitu dengan inspeksi khusus di room cafe.

Pilihan Editor: Tren Baru Bagi Turis di Korea Selatan: Wisata Kebugaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *