Penghapusan Calistung di PPDB SD Perlu Diiringi Pengawasan

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim meminta sekolah-sekolah untuk mengikuti aturan menghapus syarat calistung sebagai syarat baca, tulis, hitung (calistung) pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) di tingkat sekolah dasar (SD).

Selain meminta penghapusan syarat calistung pada PPDB SD, Nadiem berharap sekolah dasar bisa menyiapkan masa pengenalan khusus sehingga peserta didik baru bisa lebih nyaman menjalani kegiatan belajar.

Pengamat pendidikan Muhammad Abduhzen mengatakan perlu adanya kontrol dan pengawasan khusus untuk memastikan dihilangkannya syarat tersebut.

Cara Daftar PPDB 2023 di SMKN 2 Kasihan, Sekolah Putri Ariani yang Tak Pakai Sistem Zonasi “Pelarangannya memang sudah ada sejak lama namun tetap saja banyak manajemen SD yang mensyaratkan kecakapan calistung untuk masuk.

Solusinya harus ada kontrol yang tegas dan jika perlu diberikan sanksi,” kata Abduhzen.

Adapun aturan pelarangan calistung sebagai syarat PPDB telah ada sejak 2010 lewat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan serta Peraturan Mendikbudristek Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Pilih cara yang mudah dipahamiAbduhzen menyarankan Kemendikbudristek bisa mengedukasi orang tua hingga manajemen SD agar bisa menerapkan metode pengajaran calistung yang lebih aplikatif dan mudah dipahami anak-anak.

Dengan demikian anak-anak yang sedang mengalami masa transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta Taman Kanak-kanak (TK) bisa lebih nyaman beradaptasi dan menyerap ilmu calistung tanpa paksaan.

Penerapan Zonasi PPDB di Wilayah Ini Dinilai Belum Efektif “Harus ditekankan betul bahwa belajar calistung itu ada di usia kelas 1 sampai 3 SD.

Jangan mendesak anak sudah bisa calistung di usia TK karena bisa mengambil masa ceria anak.

Bukan sama sekali tidak boleh, ada baiknya lakukan metode learning by playing,” imbaunya.

Tidak hanya itu, Nadiem juga berharap satuan pendidikan di PAUD dan SD fokus menerapkan pembelajaran membangun enam kemampuan fondasi anak.

Enam kemampuan fondasi anak tersebut meliputi pemahaman nilai-nilai agama, budi pekerti, keterampilan sosial, hingga pemahaman bahasa untuk berinteraksi.

Pilihan Editor: Pengamat Sebut Kurikulum Sekarang Lebih Simpel, Tak Perlu PPDB SD Bersyarat Calistung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *