Tips Mengelola Keuangan Ramadan dan Lebaran agar Tak Bangkrut

Menjaga kondisi keuangan tetap terkendali penting bagi setiap orang, tidak terkecuali selama Ramadan.

Jika tidak pandai mengelola keuangan maka akan berakhir boncos alias bangkrut.

Perencana keuangan Annisa Steviani mengatakan, “Salah satu tantangan di tengah antusiasme saat Ramadan adalah hilangnya pertahanan diri berbelanja kebutuhan namun di saat yang sama melupakan nominal pemasukan pada periode tersebut tetap sama,” ujarnya.

Wuling Bagikan Logam Mulia untuk Pemenang Program Exciting Ramadan Sale Untuk menghindari kebangkrutan, mengelola keuangan secara tepat perlu dilakukan dengan perencanaan yang matang sehingga tidak hanya mengetahui persebaran persentase alokasi tapi juga dapat mengatur strategi dengan memanfaatkan promo.

Berikut tips mengelola keuangan antiboncos Ramadan dan Lebaran ala Annisa.

Hindari kesalahan ini Kesalahan keuangan utama saat Ramadan yang membuat boncos adalah tidak punya anggaran khusus Ramadan.

Setiap orang harus memahami kebiasaan pengeluaran.

Dengan pemahaman tersebut setidaknya bisa memperkirakan berapa anggaran yang perlu dipersiapkan untuk Ramadan jadi bisa mulai menabung dari jauh hari.

Setelah itu, jangan lupa alokasi beramal.

Kita tahu di bulan penuh berkah ini donasi kian meningkat dan kewajiban berzakat sehingga perlu diperhatikan berapa persentase alokasi pada bulan tersebut.

Yang terpenting adalah menahan diri.

Pengeluaran berlebih tetapi jumlah penghasilan tetap sama menjadi masalah yang sering terjadi.

Mengelola keuangan secara tepat dapat menghindarkan dari pengeluaran berlebih hingga mengakibatkan terganggunya aliran uang tunai.

Yang terakhir, jangan menganggap Lebaran sebagai batas akhir dari perjalanan, kebutuhan usai Lebaran juga mesti dipenuhi.

Rampungkan 101 Kasus Pidana Sektor Jasa Keuangan, OJK Catat Perkara Didominasi Perbankan Siapkan anggaran tak terduga Perkirakan dan tulis apa saja biaya tak terduga yang akan dikeluarkan.

Hal ini meliputi alokasi dana untuk makan spesial, buka puasa bersama, kenaikan harga bahan pokok, beramal, serta membeli hampers.

Sebagian besar dari faktor ini memang bukan kebutuhan utama tetapi dengan situasi Ramadan yang berbeda pada 2023 tentunya momen kebersamaan merupakan hal yang dinanti.

Tidak hanya itu, tren hampers yang masih berlangsung tentunya juga masih menjadi pertimbangan untuk dilakukan di 2023 sehingga lebih baik untuk mengalokasikan keuangan untuk biaya tak terduga.

Strategi ideal mengatur keuangan selama RamadanKalau sudah tahu biaya tidak terduga apa saja yang akan dikeluarkan bisa langsung mengatur strategi keuangan Ramadan dari jauh-jauh hari.

Agar pengeluaran menyambut hari raya terasa lebih ringan, sisihkan sebagian pendapatan setiap bulan untuk ditabung atau diinvestasikan.

Bisa juga mencari penghasilan tambahan untuk menambah anggaran berbelanja saat Ramadan.

Selanjutnya, pisahkan daftar kebutuhan menjadi untuk Lebaran seperti mudik, berbagi dengan orang tua, THR, baju baru, dan anggaran hidangan Lebaran dengan kebutuhan pascalebaran seperti asisten rumah tangga infal, menyambut tahun ajaran baru, hingga keperluan berkurban di Idul Adha.

Fungsi dari memisahkan daftar kebutuhan ini adalah agar bisa memprediksi berapa anggaran tambahan yang harus disiapkan agar dapat menjalani Ramadan tanpa perlu khawatir masalah keuangan.

Alokasi THR sebaik mungkinSelain menghabiskan momen kebersamaan bersama kerabat terdekat, salah satu hal yang paling ditunggu menjelang Lebaran adalah Tunjangan Hari Raya (THR).

Ketika menerima THR, kita kerap tergoda untuk langsung membelanjakan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Sebaiknya langkah pertama yang dilakukan adalah menuntaskan kewajiban seperti zakat, utang konsumtif, dan pajak rumah atau kendaraan.

Kemudian jika semua kewajiban sudah selesai, saatnya mengeluarkan uang untuk hal-hal yang memang dibutuhkan, seperti berbagi dengan keluarga, THR untuk karyawan, dan berkurban.

Jika kewajiban dan kebutuhan sudah terpenuhi dan masih ada dana, Anda bisa menghabiskan sisanya untuk memenuhi berbagai keinginan.

Contohnya membeli tiket untuk liburan atau gawai idaman.

Ingat, jadilah pembelanja cerdas.

Pilihan Editor: 7 Tips Mengelola THR dengan Bijak dan Efektif, Agar Tidak Habis Dalam Sekejap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *